Kamis, 15 Desember 2011

Imam Husain dan Air di Karbala



Imam Husein as sebagaimana kakek dan ayahnya tidak mempergunakan air sebagai senjata. Lebih dari itu, oleh beliau, air dipakai sebagai alat untuk menunjukkan wajah Islam yang sebenarnya dan bagaimana hubungan antar sesama muslim. Ketika Imam Husein as dan sahabat-sahabatnya ditemui oleh pasukan yang dipimpin oleh Hurr bin Riyahi, beliau memerintahkan pasukannya untuk memberikan air yang masih mereka miliki. Hal itu dilakukannya setelah melihat bagaimana pasukan Hurr begitu kehausan. Bahkan dalam sebuah riwayat disebutkan, Imam Husein as dengan tangannya sendiri memberi mereka minum.

Hasil Revolusi Imam Husein a.s



Hasil-hasil yang telah diraih oleh revolusi Imam Husein a.s. --meskipun secara lahiriah ia terbunuh bersama para keluarga dan pengikutnya--adalah sebagai berikut:
Pertama, menggagalkan siasat dan politik kotor dinasti Umaiyah yang telah menjadikan agama sebagai pemoles kejahatan dan kelaliman mereka demi mengelabui opini umum, dan mempermalukan para penguasa Bani Umaiyah di hadapan khalayak yang ingin menghidupkan kembali tradisi-tradisi jahiliah.

Tragedi Karbala


Daftar Isi
Mukadimah.....................................................................................................................................3
Mengapa Asyura Diperingati Tiap Tahun?....................................................................................5
Peristiwa Karbala: Ciri-ciri, Faktor, dan Tujuannya...................................................................12
Ksatria Karbala..............................................................................................................................17
Pertemuan Imam Husain as Dengan Hur bin Yazid Arrayahi...................................................24
Karbala, Persinggahan Terakhir..................................................................................................30
Pertemuan Imam Husain as Dengan Umar Bin Sa'ad................................................................34
Hari Tasyu'a..................................................................................................................................38
Imam Husain as dan Para Pengikut Setianya.............................................................................40
Peristiwa Malam Asyura...............................................................................................................44
Perundingan Pertengahan Malam Asyura...................................................................................47
Penuntasan Hujjah........................................................................................................................51
Istighotsah Imam Husain as dan Taubat Hur.............................................................................57
Dimulainya Perang Tak Seimbang...............................................................................................60
Banjir Darah Hari Asyura.............................................................................................................70
Tragedi Karbala – Abatasya Islamic Website (http://abatasya.net) 1
Musibah Hazrat Qasim as.............................................................................................................77
Musibah Hazrat Abu Fadhl Abbas as...........................................................................................83
Penuntasan Hujjah Terakhir........................................................................................................89
Perpisahan Terakhir.....................................................................................................................93
Perjuangan Ksatria Karbala Seorang Diri...................................................................................96
Kesakralan Syahadah Imam Husain as......................................................................................105
Dzuljanah Menjadi Tempat Ratapan..........................................................................................111
Hijrahnya Hazrat Sahr Banu as..................................................................................................113
Tragedi Karbala – Abatasya Islamic Website (http://abatasya.net) 2

Karbala dan Perspektif Para Cendekia

Sejarah dapat diumpamakan seperti samudera besar. Di samudera besar itu penuh dengan fenomena dan goncangan-goncangan yang dilalui ummat manusia di masa lalu. Salah satu goncangan besar yang tercantum dalam sejarah manusia adalah peristiwa Karbala. Hampir 14 abad lalu, tragedi Karbala telah berlalu, namun pengaruhnya tetap berlanjut hingga kini.
Dalam peradaban ummat Islam, kebangkitan Imam Husein as di Karbala merupakan kisah hero dan patriotis yang abadi. Rasulullah diutus di muka bumi ini untuk memberikan pencerahan ummat manusia, sedangkan Imam Husein as gugur syahid di Karbala untuk melanggengkan ajaran Islam dan membimbing manusia di jalan yang lurus. Terkait hal ini, sabda historis Rasulullah Saw terkait Imam Husein, menemukan makna sebenarnya. Rasulullah bersabda, "Husein dariku dan aku dari Husein as."

Keagungan Misi Imam Husein as di Karbala

Kita memasuki hari-hari di bulan yang penuh duka dan tragedi menyayat ‎kalbu setiap insan. Umat Manusia tak akan melupakan tragedi yang ‎terpahit dalam sejarah. Dengan tibanya bulan Muharram, para pecinta ‎keluarga Rasulullah Saw dirudung duka yang mendalam. Mereka ‎berduka karena di bulan ini, cucu kesayangan Rasulullah Saw yang ‎bernama al-Husein as putra dari pasangan Imam Ali as dan Sayidah ‎Fatimah az-Zahra as, dibantai secara keji di tanah Karbala oleh penguasa ‎durjana pada masa itu.

Kisah Karbala: Pertemuan Imam Husain as Dengan Hur bin Yazid Arrayahi

Tak lama setelah memasang tenda, rombongan Imam Husain as didatangi seribu pasukan kuda yang ‎dipimpin oleh Hur bin Yazid Arrayahi. Pasukan yang tampak siap berperang itu berjajar di depan Imam ‎Husain dan para sahabatnya yang juga siap bertempur dengan mengikatkan sarung pedang masing-‎masing dipinggang. ‎
Gurun sahara semakin memanas. Matahari memanggang setiap kepala. Imam Husain dan para ‎sahabatnya memerintahkan para pengikutnya supaya air yang masih tersisa diminum dan minumkan ‎kepada kuda-kuda mereka. Hingga tengah hari itu suasana yang masih relatif tenang. Begitu waktu ‎solat dhuhur tiba, Imam memerintah seorang pengikutnya yang bernama Hajjaj bin Masruq al-Ja'fi ‎untuk mengumandang azan. Seusai azan, beliau berdiri di depan pasukan Hur untuk menyampaikan ‎suatu kata kepada mereka yang beliau pandang sebagai orang-orang Kufah tersebut.‎